marioqq 4 Minyak untuk Diet Minyak sudah menjadi salah satu bahan yang wajib ada di dapur. Namun, untuk sebagian orang yang sedang menjalani program di et, minyak sering kali di hindari karena tinggi kalori dan berlemak. Padahal, menghilangkan minyak sepenuhnya dari pola makan justru merupakan kesalahan besar.

Sebab, lemak memiliki peran penting untuk kesehatan tubuh, seperti membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Kuncinya bukanlah menghindari, melainkan memilih jenis minyak yang tepat. Ada beberapa jenis minyak yang di kenal kaya akan nutrisi dan cocok di konsumsi saat diet
1. Minyak zaitun

marioqq 4 Minyak untuk Di et Minyak zaitun terbuat dari buah zaitun yang di giling dan di peras untuk mendapatkan minyak alaminya. Kadar lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fatty acids (MUFA) pada minyak zaitun sangat tinggi, terutama asam oleat. Menurut American Heart Association (AHA), MUFA sangat baik untuk kesehatan jantung.
Minyak zaitun banyak di gunakan dalam diet Mediterania yang menekankan makanan nabati dan lemak sehat. Kalau mau yang lebih bagus, kamu bisa mencoba minyak zaitun extra virgin. Bedanya minyak zaitun biasa dengan extra virgin ada pada proses pengolahan, warna, dan rasa. Minyak zaitun biasa melalui proses pemurnian, sementara minyak zaitun extra virgin tidak melalui proses pemurnian.
Oleh sebab itu, minyak zaitun extra virgin punya kualitas dan kandungan nutrisi lebih tinggi di banding minyak zaitun biasa. Sifat antioksidan yang lebih tinggi dapat menjaga kesehatan sel tubuh saat sedang diet. Minyak zaitun extra virgin punya rasa pahit dan pedas khas yang membedakannya dari minyak zaitun biasa.
Minyak zaitun memiliki rasa yang lezat sehingga cocok untuk ditambahkan ke dalam salad atau roti. Sayangnya, kamu gak bisa menggunakan minyak zaitun pada suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang. Jadi, kalau kamu ingin memanaskan minyak zaitun, pastikan ia berada pada suhu rendah atau sedang.
2. Minyak kelapa

marioqq 4 Minyak untuk Diet Minyak kelapa di kenal dengan sifat antimikrob dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit serta mulut sekaligus baik untuk menurunkan berat badan. Namun, minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Meski begitu, kamu gak perlu khawatir. Itu karena lemak jenuh yang terkandung dalam minyak kelapa berbeda dari lemak jenuh hewani.
Minyak kelapa kaya akan medium-chain triglyceride (MCT) yang baik untuk kesehatan. MCT membantu kamu kenyang lebih lama sehingga mengurangi asupan makanan. Adapun, mengonsumsi minyak kelapa selama diet ketogenik terbukti menurunkan berat badan, body mass index (BMI), dan lingkar pinggang.
Penting untuk dipahami bahwa menggunakan minyak kelapa tidak boleh berlebihan. Sebaiknya, batasi konsumsinya tidak lebih dari dua sendok makan (28 gram) sehari. Sebab, minyak kelapa mengandung kalori yang tinggi dan dapat dengan mudah menyebabkan penambahan berat badan.
3. Minyak kanola

Minyak kanola adalah minyak nabati yang terbuat dari tanaman kanola. Biji tanaman kanola inilah yang kemudian di giling dan di olah dengan heksana untuk mengekstrak minyaknya sebanyak mungkin. Sebagian besar tanaman kanola di modifikasi secara genetik atau genetically modified organism (GMO) untuk meningkatkan kualitas minyak.
Minyak kanola di anggap sebagai salah satu minyak paling sehat karena memiliki kadar lemak jenuh yang rendah. Lemak tak jenuh ganda dalam minyak kanola meliputi asam linoleat atau omega-3 dan alpha-linolenic acid (ALA). Omega-3 sendiri dapat membantu menurunkan peradangan dalam tubuh. Sementara ALA dapat membantu tubuh menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat, trigliserida, dan tekanan darah. Biasanya, minyak kanola di gunakan untuk menumis sayuran, daging, atau di campurkan ke dalam adonan kue. Dari segi nutrisi, minyak kanola mengandung lemak jenuh yang rendah, vitamin E, dan vitamin K.
Berikut kandungan satu sendok makan atau 15 ml minyak kanola.
- Kalori: 126 gram
- Total lemak: 14 gram
- Lemak jenuh: 0,93 gram
- Lemak tak jenuh tunggal: 8,76 gram
- Lemak tak jenuh ganda: 3,54 gram
- Vitamin E: 16 persen dari kebutuhan harian
- Vitamin K: 8 persen dari kebutuhan harian
4. Minyak sayur

Minyak sayur adalah minyak nabati yang di ekstrak dari tumbuhan. Umumnya, minyak sayur meliputi minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, dan minyak jagung. Di banding tiga minyak yang sudah di jelaskan di atas, minyak sayur punya kadar lemak tak jenuh ganda tertinggi.
Lemak sehat ini penting untuk fungsi tubuh; membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K; serta menyediakan asam lemak esensial yang tidak dapat di produksi oleh tubuh. Meski bermanfaat, konsumsinya tetap harus di batasi. Jadi, gunakan minyak sayur secukupnya agar di etmu tetap aman dan sehat.
Namun, minyak sayur tidak di sarankan berada pada suhu tinggi. Sebab, ketika dipanaskan minyak sayur dapat melepaskan senyawa yang berpotensi berbahaya karena memiliki antioksidan yang rendah. Jadi, jangan gunakan minyak sayur untuk menggoreng atau membakar, ya.
Berikut kandungan dalam satu sendok makan minyak sayur.
- Kalori: 126 gram
- Total lemak: 14 gram
- Lemak jenuh: 1,92 gram
- Lemak tak jenuh tunggal: 5,64 gram
- Lemak tak jenuh ganda: 5,64 gram
Empat jenis minyak di atas tidak hanya aman untuk diet, tetapi juga menawarkan segudang nutrisi. Untuk menjalani pola hidup sehat dengan diet, tubuh memerlukan lemak makanan yang bisa di dapatkan dari minyak. Oleh sebab itu, penting untuk memilih minyak dengan kadar asam lemak tak jenuh yang lebih tinggi untuk program di etmu.

























































































































































































































































































































































































































Leave a Reply