marioqq 9 Pengobatan Kanker Payudara tahukah kamu kalau kanker payudara adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang perempuan di Indonesia? Meski terdengar menakutkan, kini ada banyak metode pengobatan yang bisa membantu meningkatkan peluang sembuh.

Setiap pasien punya kondisi yang berbeda, jadi penanganannya pun harus di sesuaikan. mulai dari operasi, kemoterapi, hingga terapi modern seperti imunoterapi dan terapi target.
Nah, biar Mama lebih paham sebelum konsultasi ke dokter, Popmama.com ajak Mama kenali 9 metode pengobatan kanker payudara yang sering direkomendasikan berikut ini!
1. Operasi

Operasi adalah metode paling umum untuk mengangkat tumor atau jaringan yang terinfeksi kanker. Biasanya di lakukan saat kanker masih di tahap awal supaya penyebaran bisa dicegah.
Menurut Dr. Shelley Hwang, ahli bedah kanker payudara dari Duke University, operasi bukan hanya tentang mengangkat tumor, tapi juga memastikan pasien mendapatkan hasil terbaik dari sisi kesembuhan dan penampilan fisik.
Jenis operasi bervariasi, seperti lumpektomi (mengangkat tumor saja) atau mastektomi (mengangkat seluruh payudara), tergantung tingkat penyebaran dan kondisi Mama.
2. Kemoterapi

marioqq 9 Pengobatan Kanker Payudara Kemoterapi menggunakan obat kuat untuk membunuh sel kanker yang tumbuh cepat. Obat bisa di berikan lewat infus, suntikan, atau pil. Dr. Mehra Golshan, ahli bedah onkologi dari Yale University, menyebut kemoterapi sebagai salah satu fondasi utama dalam penanganan kanker payudara, meski efek sampingnya perlu di kelola secara hati-hati agar pasien tetap kuat secara fisik dan emosional.
3. Terapi Radiasi

Efek sampingnya ringan, seperti kulit kemerahan atau terasa panas dan biasanya akan hilang beberapa minggu setelah perawatan selesai.
Menurut American Cancer Society, terapi radiasi terbukti mampu menurunkan risiko kekambuhan hingga 70% pada pasien yang menjalani lumpektomi.
4. Terapi Hormon

Beberapa jenis kanker payudara sensitif terhadap hormon seperti estrogen atau progesteron. Terapi hormon bekerja dengan cara menghambat produksi hormon tersebut agar sel kanker tidak bisa berkembang.
Biasanya terapi ini di jalani jangka panjang, bahkan bisa sampai lima tahun. Meskipun ada efek samping seperti hot flashes atau perubahan suasana hati, hasilnya cukup efektif mencegah kanker kambuh.
5. Terapi Target

Terapi ini di sebut “pintar” karena langsung menargetkan molekul tertentu pada sel kanker tanpa banyak merusak sel sehat. Misalnya pada pasien dengan kanker payudara HER2 positif.
Terapi target biasanya di kombinasikan dengan kemoterapi agar hasil lebih maksimal. Efek sampingnya cenderung lebih ringan di bandingkan metode lain.
Menurut National Cancer Institute (NCI), pengobatan ini sangat efektif untuk pasien yang memiliki kelainan genetik tertentu pada sel kankernya.
6. Imunoterapi

Imunoterapi membantu tubuh Mama melawan kanker secara alami dengan memperkuat sistem imun. Metode ini masih berkembang tapi hasilnya menjanjikan, terutama untuk kanker yang sudah menyebar.
Efek sampingnya bisa berupa demam atau ruam ringan, namun dokter akan menyesuaikan dosis agar tetap aman.
7. Cryoablation

Cryoablation memanfaatkan suhu sangat dingin untuk menghancurkan jaringan kanker. Prosedur ini di lakukan dengan memasukkan alat kecil (probe) ke dalam tumor, lalu membekukan jaringan tersebut.
Metode ini minim luka dan waktu pemulihan lebih cepat di banding operasi besar. Namun tidak semua pasien cocok, jadi tetap perlu evaluasi dari dokter onkologi.
8. Radiofrequency Ablation (RFA)

Berbeda dari cryoablation, RFA menggunakan panas tinggi untuk membakar dan mematikan sel kanker. Prosedur ini di lakukan dengan panduan gambar (seperti USG atau CT scan).
RFA bisa menjadi pilihan bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi besar, terutama untuk tumor berukuran kecil.
Meski hasil awal cukup baik, terapi ini juga masih dalam tahap penelitian dan belum di gunakan secara luas sebagai pengobatan standar.
9. Clinical Trials (Uji Klinis)

Clinical trials memberikan kesempatan bagi pasien untuk mencoba terapi baru yang sedang di teliti. Biasanya, metode ini hanya di lakukan di rumah sakit penelitian dan di awasi ketat oleh dokter.
Mama bisa mendapatkan akses ke pengobatan eksperimental yang belum tersedia secara umum. Tapi tetap, keputusan ikut uji klinis harus di bicarakan matang dengan dokter.
Nah, itu dia berbagai metode pengobatan kanker payudara yang perlu Mama tahu. Apa pun pilihannya, pastikan Mama selalu berkonsultasi dengan dokter agar pengobatan berjalan aman dan efektif, ya!

























































































































































































































































































































































































































Leave a Reply