marioqq 7 Perawatan untuk Hiperhidrosis Tubuh seperti mesin pendingin alami. Saat suhu naik, tubuh mengeluarkan keringat untuk menjaga stabilitas. Namun, pada sebagian orang, mesin ini bekerja terlalu keras, membuat keringat keluar jauh lebih banyak dari yang di butuhkan. Kondisi inilah yang di sebut hiperhidrosis.

Hiperhidrosis bisa muncul di berbagai area tubuh, seperti telapak tangan yang selalu basah, kaki yang lembap di dalam sepatu, ketiak yang terus berkeringat, atau bahkan kepala. Bagi penderitanya, hal sederhana seperti berjabat tangan atau memakai pakaian berwarna terang bisa menjadi tantangan.
Kabar baiknya, ada banyak cara untuk mengatasinya. Mulai dari antiperspiran yang di jual bebas, hingga perawatan medis, atau operasi ringan, semua di sesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahan. Hiperhidrosis memang bisa mengganggu. Namun, dengan perawatan yang tepat, kualitas hidup tetap bisa terjaga, dan rasa percaya diri pun kembali.
1. Antiperspiran
Solusi sederhana untuk masalah keringat berlebih adalah penggunaan antiperspiran. Tidak invasif, tidak mahal, dan sering menjadi pilihan pertama bagi orang dengan hiperhidrosis. Produk ini biasanya di gunakan di area yang paling sering berkeringat, seperti ketiak, telapak tangan, kaki, atau garis rambut.
Cara kerjanya cukup unik. Saat di aplikasikan, antiperspiran masuk ke saluran keringat dan menyumbatnya sementara. Tubuh kemudian “merasa” bahwa saluran keringat sudah penuh, sehingga memberi sinyal untuk mengurangi produksi keringat. Hasilnya, kulit tetap lebih kering dan aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.
Dengan penggunaan sesuai petunjuk, antiperspiran terbukti efektif mengendalikan keringat berlebih. Namun, bagi sebagian orang, produk bebas pasaran mungkin belum cukup kuat. Dalam kasus seperti ini, dokter bisa meresepkan antiperspiran dengan formula medis yang lebih kuat.
2. Botox
dapat di gunakan untuk mengobati hiperhidrosis aksila primer yang parah ketika perawatan topikal tidak efektif. membantu mengatasi hiperhidrosis untuk sementara waktu dengan memblokir pelepasan bahan kimia yang memulai kelenjar keringat tubuh.
Dengan memblokir atau mengganggu pembawa pesan kimia ini, Botox mematikan keringat di area yang di suntikkan. Suntikan Botox sangat dangkal, artinya obat di suntikkan tepat di bawah permukaan kulit. Ini bekerja sangat baik dan biasanya bertahan selama 4 sampai 6 bulan.
3. Iontophoresis

Bayangkan sebuah wadah berisi air dangkal, tempat tangan atau kaki di rendam. Di dalamnya, sebuah perangkat medis mengalirkan arus listrik bertegangan rendah. Proses sederhana ini di sebut iontophoresis, dan menjadi salah satu perawatan utama bagi hiperhidrosis di tangan atau kaki.
Arus listrik bekerja dengan “menonaktifkan” kelenjar keringat untuk sementara, sehingga produksi keringat berlebih berkurang. Hasilnya tidak instan, butuh beberapa kali sesi agar efeknya terasa. Namun, setelah keringat mulai terkendali, perawatan tetap perlu di lakukan sesekali untuk mempertahankan hasil.
Kelebihan iontophoresis adalah terapi ini bisa di lakukan di rumah dengan perangkat khusus, sehingga kamu bisa mengatur jadwal sesuai kebutuhan. Terapi ini telah membantu banyak orang kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
4. Obat resep
Obat resep dapat membantu mencegah tubuh mengeluarkan keringat untuk sementara waktu. Obat-obatan ini bekerja di seluruh tubuh dengan cara mencegah kelenjar keringat bekerja.
Obat ini tidak direkomendasikan untuk atlet, orang yang bekerja di tempat yang panas, dan siapa saja yang tinggal di area beriklim hangat. Pasalnya, dengan menggunakan obat ini, tubuh jadi tidak dapat mendinginkan di rinya sendiri.
5. Pembedahan
Jika perawatan lain gagal memberikan hasil, pembedahan dapat di pertimbangkan. Pembedahan bersifat permanen dan membawa risiko. Operasi yang di lakukan dapat berupa simpatektomi atau pembedahan kelenjar keringat.
Perbedaan antara keduanya adalah operasi pengangkatan kelenjar keringat di gunakan untuk merawat ketiak, sementara simpatektomi digunakan untuk merawat telapak tangan.
Kedua jenis operasi ini memiliki risiko, seperti nyeri, memar, infeksi, jaringan parut, hingga mati rasa di ketiak.
6. Laser
Prosedur laser umumnya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk diselesaikan. Selama prosedur, dokter menggunakan laser untuk menargetkan dan menghancurkan kelenjar keringat di ketiak melalui sayatan kecil.
7. Tisu topikal
Pada tahun 2018, US Food and Drug Administration (FDA) menyetujui pengobatan topikal untuk mengatasi hiperhidrosis aksila primer.
Obat ini berbentuk kain atau tisu yang mengandung bahan aktif, glypyrronium tosylate, yang dapat mengurangi keringat di ketiak dengan menghalangi sinyal saraf yang menuju kelenjar keringat untuk mengaktifkan keringat.
Satu lembar tisu bisa di gunakan untuk kedua sisi ketiak. Kemungkinan efek samping dari alat ini termasuk kemerahan pada kulit yang di rawat dan rasa terbakar atau perih saat lap menyentuh kulit.
Mampu mengontrol hiperhidrosis dapat sangat meningkatkan kualitas hidup. Jika kamu memiliki masalah dengan keringat berlebih, segera temui dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

























































































































































































































































































































































































































Leave a Reply