Namun, 5 5 Teh Kandungan Antioksida teh hijau bukanlah satu-satunya. Ada berbagai jenis teh lain yang juga menyimpan kekuatan antioksidan, bahkan beberapa di antaranya mengandung kadar lebih tinggi.

Teh hijau di kenal sebagai minuman kaya akan antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta menurunkan risiko penyakit kronis. Tak heran, teh ini sering di juluki sebagai “superdrink” dalam dunia kesehatan.
1. Teh putih
Namun, 5 Teh Kandungan Antioksida Berbeda dengan teh hijau, teh putih (white tea) hanya melalui sedikit proses pengolahan. Karena itu, kandungan katekin dan polifenolnya tetap terjaga.
Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam teh putih dapat membantu memperbaiki metabolisme lemak dengan menurunkan kadar low-density lipoprotein (LDL atau kolesterol jahat) dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida.
Teh putih juga kaya akan EGCG, senyawa yang sama dengan yang ada pada teh hijau. EGCG berperan melindungi sel dari kerusakan oksidatif, membantu mencegah penyakit hati, dan jika di konsumsi rutin, bahkan bisa mendukung kesehatan tulang serta tulang rawan.
2. Teh hibiskus
Teh hibiskus atau rosela di kenal dengan manfaat kesehatannya sekaligus rasa asam segarnya yang khas. Kaya akan flavonoid dan antosianin, antioksidan kuat yang membantu menurunkan peradangan, teh merah cerah ini di percaya dapat memperbaiki kadar kolesterol sekaligus menurunkan tekanan darah.
Di beberapa negara, teh hibiskus bahkan di gunakan secara tradisional untuk meredakan nyeri saat buang air kecil dan membantu mengatasi batu ginjal.
Selain membantu melindungi pembuluh darah, hati, ginjal, pankreas, dan organ reproduksi, hibiskus juga menunjukkan potensi antibakteri dan sifat penurun gula darah ringan.
3. Teh ungu

Teh ungu atau purple tea berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau dan teh hitam, tetapi tumbuh di dataran tinggi Kenya.
Warna ungunya yang khas berasal dari antosianin, antioksidan yang juga di temukan pada teh hibiscus dan buah beri, yang berpadu dengan katekin. Kombinasi ini memberi teh ungu profil antioksidan yang unik.
Selain itu, teh ungu juga mengandung polifenol seperti EGCG, senyawa yang terkenal kuat dalam melawan kerusakan sel. Penelitian awal menunjukkan bahwa pertahanan antioksidan dari teh ini dapat mendukung kadar kolesterol sehat, membantu mengatur gula darah, serta menjaga kesehatan usus. Meski begitu, studi yang ada masih terbatas.
Menariknya, sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa teh ungu berpotensi menyeimbangkan mikrobioma usus, sehingga dapat menurunkan risiko resistansi insulin dan obesitas akibat pola makan tinggi lemak.
4. Rooibos
Rooibos di kenal dengan rasa manis alaminya. Karena bebas kafein, teh ini menjadi pilihan menenangkan untuk meredakan ketegangan sekaligus mendukung tidur yang lebih nyenyak.
Tumbuh terutama di Afrika Selatan, rooibos mengandung dua senyawa penting, yaitu aspalathin dan nothofagin. Aspalathin di kaitkan dengan metabolisme glukosa dan lemak yang lebih baik, sementara nothofagin dalam penelitian awal menunjukkan efek di uretik serta perlindungan bagi ginjal.
Meski manfaat ini menjanjikan, tetapi penelitian lebih lanjut masih di perlukan untuk mengetahui berapa banyak rooibos yang perlu di konsumsi agar efeknya optimal. Satu hal yang perlu di ingat, rooibos dapat memengaruhi penyerapan zat besi, sehingga sebaiknya di perhatikan sebelum d iberikan kepada anak-anak atau orang yang berisiko mengalami kekurangan zat besi.
5. Matcha
Matcha adalah bentuk bubuk dari teh hijau, yang mana seluruh daun teh di giling halus lalu di kocok bersama air. Karena menggunakan seluruh daun, matcha menghadirkan dosis antioksidan yang jauh lebih pekat, terutama EGCG, katekin paling kuat dalam teh hijau.
Matcha juga di kaitkan dengan manfaat bagi kesehatan otak, membantu meredakan kecemasan dan stres, serta menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif. Penelitian lain menunjukkan potensinya dalam mendukung kesehatan jantung dan bahkan sifat antikanker.
Namun, tidak semua bubuk matcha di ciptakan sama. Meski kandungan antioksidannya bisa tiga kali lebih tinggi di banding teh hijau biasa, tetapi manfaat ini hanya bisa di peroleh jika matcha benar-benar di buat dari daun teh asli, bukan bubuk dengan tambahan perisa atau campuran lain.
Kalau kamu mau benar-benar merasakan manfaat kesehatan dari teh, perhatikan cara menyeduhnya. Teh sebaiknya dis eduh lebih dari 5 menit agar antioksidannya bisa terekstrak dengan baik.
Waktu idealnya adalah sekitar 7–10 menit. Namun, hindari air yang terlalu mendidih, karena panas berlebihan justru bisa merusak kandungan antioksidan.
Ada satu hal lagi yang perlu di perhatikan. Protein dalam susu dapat mengikat sebagian polifenol dalam teh, sehingga penyerapannya berkurang. Jadi, jika ingin menambah rasa, lebih baik gunakan sedikit madu atau perasan lemon.

























































































































































































































































































































































































































Leave a Reply