
SEPUTARANPKVGAMES-Ketika Xabi Alonso diangkat menjadi pelatih Real Madrid pada Mei–Juni 2025, ekspektasi sangat tinggi. Ia datang sebagai legenda klub dan sebagai pelatih yang sempat mencuri perhatian besar bersama Bayer Leverkusen. Namun, secara taktik, peran Alonso tidak hanya sederhana — ia mencoba membentuk identitas bermain yang berbeda dari era sebelumnya sambil menyesuaikan dengan kekuatan skuad Los Blancos.
1. Filosofi Taktik: Kontrol, Tekanan, dan Kepemilikan Bola
Alonso membawa filosofi permainan yang menonjolkan penguasaan bola berkualitas dan kontrol ritme pertandingan.tim nya di rancang untuk :
- Menguasai bola lebih lama di bagian tengah, mengulur tempo serangan secara terencana.
- Menekan lawan lebih tinggi di lapangan, dengan tujuan memaksa kesalahan dan merebut bola di area mereka sendiri.
- Ia percaya pada konsep defending with the ball — yaitu, saat mempertahankan ia menggunakan ritme bola untuk mengendalikan lawan, bukan mundur secara pasif.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Madrid di bawah Alonso mencoba menjadi protagonis permainan, bukan hanya reaktif terhadap permainan lawan.
2. Struktur Formasi: Dari 3–5–2 ke 4–3–3 dan Fleksibilitas
Saat baru tiba, Alonso menunda ide untuk menerapkan formasi tiga bek yang kerap ia gunakan di Leverkusen dan memilih base system 4-3-3 untuk Real Madrid: marioqq
⚽ Formasi Utama
- 4-3-3 sebagai struktur dasar (dua bek, dua bek sayap, tiga gelandang, tiga penyerang).
- Sistem ini memberi keseimbangan antara penguasaan bola, mobilitas lini tengah, dan ancaman di sayap.
3. Build-Up dan Pergeseran Posisi
Alonso menarik ide dari gaya mainnya sendiri sebagai deep-lying playmaker yang dulu dikenal di lapangan:
- Gelandang pivot terkadang tertarik turun di antara bek tengah untuk menciptakan back three sementara, menstabilkan fase build-up dari belakang.
- Hal ini membuat Real Madrid menarik lawan keluar dari zona nyaman dan membuka ruang untuk penetrasi dari lini tengah ke depan.
4. Transisi dan Pergerakan Tanpa Bola
Taktik Alonso menekankan peran penting pergerakan tanpa bola:
- Pemain seperti Vinícius Júnior tidak hanya diberikan bola untuk men-drible; di bawah Alonso, ia diposisikan untuk menarik bek lawan, membuka ruang bagi rekan lain seperti Mbappé atau Bellingham.
- Ini memanfaatkan pergerakan cerdas ketimbang sekadar kecepatan atau dribel individu.
5. Tekanan Tinggi & Perubahan Identitas Pertahanan
Real Madrid di bawah Alonso tampil dengan:
- Pressing lebih tinggi untuk memaksa lawan kehilangan bola di area berbahaya.
- Kontrol tertinggi di sepertiga akhir lapangan lawan, membuat lawan enggan keluar dari pertahanan mereka.
- Secara statistik, peningkatan penguasaan di area penyerangan menunjukkan Madrid memainkan ritme yang lebih dominan baik dengan maupun tanpa bola.
Namun filosofi ini juga menuntut komitmen fisik dan koordinasi yang tinggi — aspek yang sempat menjadi tantangan ketika para pemain belum sepenuhnya memahami peran barunya.
6. Tantangan Implementasi: Keseimbangan antara Filosofi dan Realitas
Meskipun taktik Alonso ambisius dan potensial membawa Madrid ke identitas permainan yang konsisten, beberapa tantangan muncul:
- Adaptasi pemain: Kebiasaan bermain individu tinggi dan tuntutan kolektif di lapangan kadang belum sepenuhnya sejalan.
- Dan tekanan besar untuk segera memenangi gelar di klub sekelas Real Madrid membuat waktu adaptasi taktis menjadi terbatas.
📌 Kesimpulan
Pendekatan ini mencerminkan keseimbangan antara permainan modern yang terstruktur dan kebutuhan akan adaptasi terhadap karakter pemain yang dimiliki Real Madrid. Namun seperti taktik yang kompleks pada level tertinggi, eksekusi di lapangan menjadi kunci — dan proses ini tetap berjalan seiring musim berlangsung.



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Leave a Reply