
SEPUTARANPKVGAMES-Menolong orang yang baru tenggelam membutuhkan tindakan yang cepat, tepat, dan tetap memperhatikan keselamatan penolong. Tenggelam dapat menyebabkan kekurangan oksigen hanya dalam hitungan menit, sehingga penanganan darurat sangat penting untuk mencegah kerusakan organ dan kematian. Artikel ini menjelaskan langkah-langkah aman dalam menolong korban tenggelam, beserta analisis dan kesimpulan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.
1. Pastikan Keamanan Penolong Terlebih Dahulu
Sebelum mencoba menolong, penolong harus memastikan bahwa tempat kejadian aman. Banyak kasus tenggelam kedua terjadi karena penolong ikut terbawa arus atau panik.
Langkah aman:
- Jangan terjun ke air jika Anda tidak terlatih atau arus terlalu kuat.
- Cari alat bantu seperti kayu panjang, pelampung, ban, atau tali.
- Panggil bantuan orang sekitar untuk memperkuat upaya penyelamatan.
2. Gunakan Prinsip “Reach, Throw, Row, Go (If Trained)”
Prinsip keselamatan internasional ini menekankan agar penolong tidak langsung terjun ke air bila tidak terlatih.
a. Reach (Raih):
Jangkau korban menggunakan tangan, kayu, atau alat panjang lainnya.
b. Throw (Lempar):
Lemparkan alat apung seperti botol kosong, ban, pelampung, atau bola agar korban bisa berpegangan.
c. Row (Dayung):
Jika tersedia perahu, mendekatlah menggunakan perahu untuk memberikan bantuan.
d. Go (Jika Terlatih):
Terjun ke air hanya jika sangat perlu dan Anda memiliki kemampuan berenang serta penanganan korban tenggelam.
3. Angkat Korban dengan Hati-Hati
Jika korban berhasil dibawa ke darat:
- Pastikan kepalanya tetap stabil, terutama jika dicurigai ada cedera.
- Jangan mengangkat korban secara kasar.
- Hindari memutar badan korban secara tiba-tiba.
4. Periksa Respons dan Pernapasan
Setelah di darat, segera periksa apakah korban sadar dan bernapas.
Jika tidak bernapas:
- Panggil bantuan medis (ambulans).
- Segera mulai CPR (resusitasi jantung-paru) jika Anda mengetahui caranya.
- Lakukan kompresi dada 100–120 kali per menit di area tengah dada.
Jika korban bernapas:
- Miringkan tubuh korban ke posisi pemulihan (recovery position).
- Longgarkan pakaian ketat agar pernapasan lebih lega.
5. Jangan Mencoba Mengeluarkan Air dari Paru-Paru
Banyak orang keliru mencoba membalik korban atau menekan perut untuk mengeluarkan air.
Ini tidak dianjurkan, karena:
- Menghambat dimulainya CPR.
- Berisiko cedera organ.
- Tidak efektif mengeluarkan air dari paru-paru.
6. Jaga Suhu Tubuh Korban
Korban tenggelam sering mengalami hipotermia.
Tindakan:
- Selimuti korban dengan kain atau jaket.
- Jauhkan dari angin dingin.
- Jangan menggosok tubuh terlalu keras karena dapat meningkatkan risiko cedera.
7. Pantau Korban Hingga Bantuan Medis Tiba
Walaupun korban sudah sadar, ia tetap membutuhkan pemeriksaan dokter karena kemungkinan:
- Air masuk ke paru-paru (secondary drowning).
- Cedera akibat benturan saat tenggelam.
- Gangguan pernapasan atau sirkulasi.
Kesimpulan
Menolong orang yang baru tenggelam membutuhkan ketenangan, teknik yang benar, dan pemahaman mengenai keselamatan diri. Menggunakan alat bantu, mengevakuasi korban dengan hati-hati, memeriksa pernapasan, dan memberikan CPR jika diperlukan adalah langkah inti dalam penyelamatan. Menghindari tindakan salah seperti memaksa mengeluarkan air dari paru-paru juga sangat penting. Akhirnya, meskipun korban tampak membaik, pemeriksaan medis tetap wajib dilakukan untuk mencegah komplikasi lanjutan.



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Leave a Reply