
SEPUTARANPKVGAMES–Keloid adalah jaringan parut (scar) yang tumbuh berlebihan setelah terjadi luka pada kulit. Tidak semua luka akan menimbulkan keloid, dan tidak semua orang memiliki kecenderungan yang sama untuk mengalaminya. Keloid biasanya tampak menonjol, berwarna lebih gelap dari kulit sekitar, serta terasa keras atau tebal. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan.
Bagaimana Keloid Terbentuk?
Ketika kulit terluka—baik karena teriris, terbakar, tergores, setelah operasi, maupun karena jerawat—tubuh akan mengirimkan sel khusus bernama fibroblas untuk memperbaiki jaringan. Fibroblas ini menghasilkan kolagen, yaitu protein yang penting untuk menutup dan menguatkan area yang terluka.
Namun, pada beberapa orang, proses produksi kolagen berlangsung berlebihan. Alih-alih berhenti ketika luka sudah menutup, tubuh terus memproduksi kolagen sehingga jaringan parut tumbuh semakin tebal dan meluas melebihi batas luka aslinya. Proses inilah yang menyebabkan munculnya keloid.
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Keloid
- Genetik/Keturunan
Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan keloid lebih berisiko mengalaminya. - Warna Kulit dan Ras
Keloid lebih sering terjadi pada orang berkulit gelap, termasuk etnis Asia, Afrika, dan Amerika Latin. - Usia
Paling banyak terjadi pada rentang usia 10–30 tahun. - Lokasi Luka
Beberapa bagian tubuh lebih rentan keloid, seperti:- Dada
- Bahu
- Telinga (misalnya setelah tindik)
- Punggung
- Rahang
- Jenis Luka
Luka bekas jerawat, operasi, gigitan serangga, dan vaksin dapat memicu keloid.
Analisis
Secara medis, keloid merupakan respon penyembuhan yang berlebihan (overactive healing response). Masalah utamanya bukan pada luka, tetapi pada regulasi produksi kolagen yang tidak berhenti tepat waktu. Kondisi ini dipengaruhi gabungan faktor genetik, hormonal, dan jenis kulit. Hal ini menjelaskan mengapa dua orang yang terluka pada tempat yang sama belum tentu menghasilkan bentuk penyembuhan yang sama.
Selain itu, keloid tidak menyusut seiring waktu seperti bekas luka biasa. Justru pada sebagian kasus, keloid dapat terus membesar dan terasa gatal atau nyeri. Penanganannya pun tidak sederhana dan sering kali memerlukan kombinasi terapi, seperti suntikan kortikosteroid, laser, hingga operasi. Namun, operasi yang tidak tepat juga dapat menyebabkan keloid baru kembali muncul.
Kesimpulan
Luka dapat berubah menjadi keloid karena produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan. Faktor keturunan, warna kulit, lokasi luka, dan usia turut mempengaruhi peluang terjadinya keloid. Keloid bukan penyakit berbahaya, tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan psikologis. Pencegahan terbaik adalah merawat luka dengan benar sejak awal dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan luka jika seseorang memiliki riwayat keloid, seperti tindik atau operasi kosmetik yang tidak perlu.



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Leave a Reply