seputaranpkvgames-Gerhana bulan adalah salah satu fenomena langit yang paling menarik perhatian. Meskipun sering terlihat sederhana, proses terjadinya gerhana bulan ternyata sangat dipengaruhi oleh posisi Bumi, Bulan, dan Matahari. Untuk memahami lebih jelas, berikut penjelasannya. Jika kamu ingin mengetahui fenomena astronomi lainnya, baca juga: Apa Itu Gerhana Matahari?.
Apa Itu Gerhana Bulan?
Gerhana bulan adalah peristiwa ketika Bulan memasuki bayangan Bumi sehingga permukaannya tidak lagi sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Dengan kata lain, Matahari, Bumi, dan Bulan berada satu garis lurus.
Untuk mempelajari dasar-dasar tentang orbit bulan, kamu bisa mengunjungi: Mengapa Bulan Berbentuk Sabit?.
Mengapa Bisa Terjadi Gerhana Bulan?
Secara umum, gerhana bulan terjadi karena Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Namun demikian, ada beberapa faktor penting yang membuat gerhana bulan tidak terjadi setiap bulan.
1. Kemiringan Orbit Bulan
Pertama, orbit bulan miring sekitar 5° terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Karena itulah, Bulan tidak selalu sejajar dengan bayangan Bumi.
2. Bulan Harus Berada di Fase Purnama
Selanjutnya, gerhana hanya dapat terjadi saat fase Bulan purnama, ketika posisinya berada tepat di belakang Bumi.
3. Bulan Masuk ke Dalam Bayangan Bumi
Bayangan bumi terbagi menjadi dua bagian: penumbra dan umbra. Nah, proses masuknya Bulan ke dalam bayangan inilah yang menentukan jenis gerhana.
Untuk penjelasan tentang fase bulan lainnya, baca juga: Macam-Macam Fase Bulan.
Jenis-Jenis Gerhana Bulan
Agar lebih memahami prosesnya, berikut beberapa jenis gerhana bulan:
1. Gerhana Bulan Total
Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan umbra Bumi. Menariknya, Bulan tampak merah sehingga disebut Blood Moon.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Pada jenis ini, hanya sebagian permukaan Bulan yang memasuki umbra Bumi.
3. Gerhana Bulan Penumbra
Bulan hanya masuk ke wilayah penumbra sehingga perubahannya tampak lebih samar.
Mengapa Gerhana Bulan Tidak Terjadi Setiap Bulan?
Meskipun fase bulan purnama terjadi setiap 29–30 hari, gerhana tidak selalu muncul. Hal ini disebabkan oleh posisi Bulan yang sering berada di atas atau di bawah bayangan Bumi akibat kemiringan orbitnya.
Untuk mengenal fenomena astronomi lain yang tidak muncul setiap bulan, baca: Mengapa Bintang Tampak Berkelap-Kelip?.
Dapatkah Gerhana Bulan Diamati dengan Mata Telanjang?
Tentu saja! Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman dilihat tanpa alat khusus. Selain itu, fenomena ini dapat diamati dari berbagai wilayah selama langit cerah.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, gerhana bulan terjadi karena Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan. Meskipun demikian, fenomena ini tidak terjadi setiap bulan akibat kemiringan orbit Bulan. Dengan memahami proses ini, kita dapat lebih menghargai keindahan fenomena langit.
































































































































































































































































































































































































































































































































Leave a Reply